Penyesalan Terbesar Ander Herrera Di Manchetser United

Penyesalan Terbesar Ander Herrera

Penyesalan Terbesar Ander Herrera Di Manchetser United

Berita Bola , Bandarharian.com – Sebuah pengakuan diberikan oleh Ander Herrera. Sang gelandang mengakui bahwa ia menyimpan sebuah penyesalan terbesar Ander Herrera selama membela Manchester United.

Herrera merupakan salah satu pemain yang bergabung dengan Manchester United di tahun 2014 silam. Ia dibeli Louis van Gaal dari Athletic Bilbao dengan mahar transfer mencapai 23 juta pounds pada saat itu.

Selama lima tahun terakhir Herrera berhasil menjelma menjadi salah satu pemain penting di lini tengah MU. Namun gelandang asal Spanyol itu memutuskan untuk pergi dari Old Trafford di musim panas nanti setelah ia tidak memperbaharui kontraknya di sana.

Herrera mengakui bahwa ia sangat menikmati waktunya saat bersama Manchester United. “Tentu saja saya senang berada di sini, dan saya bergabung dengan klub terbesar dan terhebat di Inggris,” ujar Herrera kepada situs resmi Manchester United.

Penyesalan Terbesar

Herrera mengakui bahwa selama lima tahun terakhir ia memiliki sebuah penyesalan yang besar bersama Manchester United.

Ia mengaku kecewa karena selama lima tahun tersebut ia gagal memenangkan trofi juara Premier League yang merupakan salah satu trofi yang paling ia impikan. Menurut Agen BandarQ sendiri performa MU saat masa lalu saat di tinggal Sir Alex Ferguson kurang begitu apik dan selang pergantian pelatih lagi MU belum bisa menampilkan permainan yang sangat bagus.


“Memenangkan trofi Premier League adalah salah satu mimpi saya. Saya sudah memenangkan beberapa trofi di klub ini, namun memenangkan trofi Liga merupakan sesuatu yang ingin saya menangkan.”

Tetap Klub Besar

Herrera juga percaya bahwa meski tidak memenangkan trofi juara Liga Inggris, ia sudah menikmati lima tahun yang cukup sukses sebagai seorang pemain di Manchester United.

“Saya sudah bermain untuk klub ini selama lima tahun, dan saya rasa lima tahun tersebut bukanlah lima tahun tersukses dalam sejarah klub ini.”

“Namun selama itu saya memenangkan empat gelar juara dan kalah di dua final. Meski kami berada di momen yang buruk, kami masih memenangkan sejumlah trofi juara. Itu menunjukkan betapa besar klub ini.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *